TopikBeita.id.,Ternate– Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara menggelar Pelatihan Penguatan Kapasitas UMKM di Era Digital.Kegiatan ini berlangsung di Bella Hotel, Senin (20/04/2026)

Langkah ini dilakukan bertujuan membekali pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital guna memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkomitmen mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dukungan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari akses permodalan hingga peningkatan kapasitas usaha.

Menurut Handi, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi strategis yang telah terjalin baik antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara sejak tahun sebelumnya.

“Pelatihan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam mendorong pengembangan UMKM, khususnya dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital,” ungkap Handi Susila.

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjuanda, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk kehadiran narasumber nasional yang memberikan wawasan terkini mengenai pengembangan bisnis digital.

Sherly menilai inisiatif ini sangat relevan dengan kondisi geografis Maluku Utara yang merupakan daerah kepulauan, sehingga memiliki keterbatasan akses pasar secara fisik.

“Maluku Utara ini daerah kepulauan, sehingga market kita terbatas. Dengan adanya pelatihan digital, UMKM bisa menjual produk tidak hanya di wilayah lokal, tetapi juga menjangkau pasar nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelatihan ini menjadi langkah awal yang krusial bagi pelaku usaha untuk “naik kelas”. Materi yang disampaikan, mulai dari digital marketing, penguatan branding, hingga teknik komunikasi produk dinilai sangat penting untuk kemajuan usaha.

Meski demikian, Gubernur mengakui masih terdapat tantangan atau “pekerjaan rumah” yang harus diselesaikan bersama, terutama dalam hal peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di kancah nasional.

“Bagaimana produk bisa kompetitif, bagaimana branding dan komunikasinya, ini semua menjadi bagian penting yang harus terus ditingkatkan,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku UMKM di Maluku Utara dapat semakin mandiri dan mampu memaksimalkan potensi teknologi demi pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih baik.*( sukri/red)