Remaja 17 Tahun Ditemukan Meninggal di Darame, Polres Morotai Lakukan Penyelidikan
Topikberita.id., Morotai – Seorang remaja laki-laki berinisial AT (17) ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah di Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Minggu (25/10/2026) malam.
Polres Pulau Morotai telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan untuk mendalami kronologi serta memastikan penyebab kematian korban.
Laporan penemuan korban diterima melalui layanan Call Center Polri 110 sekitar pukul 23.25 WIT. Lima menit kemudian, petugas yang dipimpin Bawas Aipda Rangga Kusuma bersama anggota piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan Unit Identifikasi langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Personel Polsek Morotai Selatan juga dikerahkan untuk membantu penanganan awal, mengamankan lokasi, mendokumentasikan temuan, serta mengumpulkan keterangan saksi.
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun kepolisian, peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 19.45 WIT ketika korban sedang makan malam bersama seorang remaja perempuan berinisial RT (16), yang diketahui merupakan kekasih korban.
Keduanya kemudian terlibat perselisihan terkait rencana saksi mengikuti audisi Morotai Festival. Perselisihan tersebut berkembang menjadi pertengkaran.
Menurut keterangan awal saksi, korban sempat menunjukkan perilaku yang membahayakan dirinya sendiri. Saksi mengaku berupaya mencegah dan menenangkan korban, tetapi kemudian menjaga jarak karena merasa keselamatannya terancam.
Tidak lama berselang, korban mengeluhkan sakit perut dan meminta saksi membelikan obat maag. Saksi kemudian meninggalkan rumah menuju kawasan jalan raya yang berjarak sekitar 30 meter dari lokasi.
Sekitar 15 menit kemudian, saksi kembali ke rumah karena khawatir terhadap kondisi korban. Setibanya di lokasi, saksi mendapati korban sudah tidak responsif.
Saksi berupaya memberikan pertolongan dan menghubungi kakaknya melalui aplikasi WhatsApp untuk meminta bantuan. Peristiwa tersebut kemudian diketahui pihak keluarga dan dilaporkan kepada kepolisian.
Kapolsek Morotai Selatan, AKP Ansar Abbas, melalui laporan penanganan kejadian menyampaikan bahwa personel kepolisian telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi dan mengumpulkan informasi untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.
Sementara itu, pihak keluarga meminta pemeriksaan medis lebih lanjut melalui prosedur visum et repertum guna memperoleh kejelasan mengenai penyebab kematian korban.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami keterangan saksi dan temuan di lokasi kejadian. Kronologi yang diperoleh sejauh ini masih bersifat sementara dan belum menjadi kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian korban.
Polres Pulau Morotai juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi ataupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta menghormati privasi korban, keluarga, dan saksi dengan tidak membagikan foto maupun video sensitif terkait peristiwa tersebut.
Kepolisian turut mengajak orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi psikologis anak dan remaja, membangun komunikasi terbuka dalam keluarga, serta memberikan pendampingan ketika mereka menghadapi persoalan pribadi maupun tekanan emosional.
Polres Pulau Morotai mengingatkan masyarakat bahwa layanan Call Center Polri 110 dapat diakses secara gratis untuk melaporkan keadaan darurat, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, maupun kejadian yang membutuhkan penanganan kepolisian.*(Tim/red)


Tinggalkan Balasan