Topikberita.id., Haltim – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Maluku Utara menggelar seminar parenting bertema “Peran Orang Tua dalam Membangun Karakter Anak” di Aula Kantor Bupati Halmahera Timur, Desa Soagimalaha, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026. Seminar ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas orang tua dalam mendidik anak serta membentuk karakter generasi muda.

Seminar dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Maluku Utara, Ny. Hj. Rusni Sarbin, para ketua TP PKK kabupaten/kota se-Maluku Utara, serta 525 peserta. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber nasional, Shahnaz Haque, yang membagikan pengetahuan dan strategi praktis mengenai pola asuh anak di era modern.

Dalam pemaparannya, Shahnaz menekankan pentingnya menumbuhkan antusiasme dan minat belajar anak. Menurutnya, manfaat pendidikan di sekolah akan lebih optimal apabila anak memiliki semangat dan keterlibatan aktif dalam proses belajar.

Ia menjelaskan, antusiasme anak tidak tumbuh dengan sendirinya, tetapi dipengaruhi oleh dukungan orang tua, lingkungan sekolah yang nyaman, serta kondisi fisik dan mental anak yang sehat.

Sinergi antara keluarga dan sekolah, kata Shahnaz, menjadi salah satu faktor penting dalam membangun semangat belajar dan mendorong anak mencapai prestasi.

Shahnaz juga menguraikan sejumlah pendekatan pengasuhan yang dapat diterapkan orang tua, mulai dari memahami tahapan respons anak ketika menghadapi perubahan, menerapkan prinsip “DUIT” yang terdiri atas doa, usaha, ikhtiar, dan tawakal, hingga membangun komunikasi yang efektif.

Ia mengingatkan bahwa setiap anak memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, orang tua perlu menyampaikan pesan secara singkat, jelas, berkesan, dan mudah dipahami agar komunikasi dengan anak berjalan lebih efektif.

Dalam pembentukan karakter, Shahnaz turut menekankan pentingnya menanamkan iman dan adab sebelum memperkuat penguasaan ilmu pengetahuan. Ketiganya diharapkan menjadi landasan bagi anak untuk menghasilkan perkataan dan perbuatan yang baik.

Selain pola asuh, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai teknik belajar efektif, di antaranya active recall dan metode Feynman.

Melalui metode active recall, anak didorong mengingat kembali materi yang telah dipelajari tanpa melihat catatan, misalnya dengan menjawab pertanyaan atau menjelaskan ulang materi menggunakan bahasa sendiri.

Sementara itu, metode Feynman mengajak anak memahami suatu materi dengan menjelaskannya menggunakan bahasa sederhana, seolah-olah sedang mengajari anak berusia lima tahun. Cara ini dapat membantu mengukur sejauh mana pemahaman anak terhadap materi yang dipelajari.

Ketua TP PKK Provinsi Maluku Utara, Ny. Hj. Rusni Sarbin, berharap seminar tersebut memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan keluarga serta meningkatkan peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Melalui kegiatan ini, TP PKK Maluku Utara berharap terwujud keluarga yang mampu menciptakan lingkungan pengasuhan positif sehingga melahirkan generasi penerus bangsa yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan berdaya saing tinggi.*(Tim/red)