BRI Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital, UMKM Didorong Gunakan QRIS
Topikberita.id., Ternate – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Cabang Ternate terus mendorong digitalisasi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan memperluas pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran non-tunai.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pembagian barcode QRIS kepada nasabah dan pelaku UMKM di Kota Ternate, Selasa (20/10/2026).
Program ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendukung transformasi digital sektor usaha sekaligus sejalan dengan upaya Bank Indonesia (BI) memperluas penggunaan sistem pembayaran digital di tengah masyarakat.
Pemanfaatan QRIS memberikan kemudahan bagi pedagang dan konsumen dalam melakukan transaksi. Pelanggan dapat membayar menggunakan aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS tanpa perlu membawa uang tunai.
Penggunaan QRIS juga dapat meningkatkan kualitas pelayanan, mempercepat proses transaksi serta menyesuaikan usaha dengan pola konsumsi masyarakat yang semakin terbiasa menggunakan teknologi digital.
Selain itu, transaksi non-tunai juga dapat membantu pencatatan pembayaran menjadi lebih tertata, sesuai dengan fitur layanan yang digunakan.
BRI mengajak para pelaku usaha untuk memanfaatkan QRIS bukan sekadar sebagai alternatif pembayaran, melainkan juga sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha.
Digitalisasi transaksi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memberikan kenyamanan kepada pelanggan, serta memperkuat daya saing UMKM di tengah perkembangan ekonomi digital.
Perluasan penggunaan QRIS juga mendukung upaya Bank Indonesia dalam mewujudkan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman dan andal, sekaligus memperluas inklusi keuangan melalui pemanfaatan teknologi.
Melalui program ini, BRI Cabang Ternate berharap semakin banyak pelaku UMKM yang beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan layanan keuangan digital untuk mengembangkan usahanya.
Penguatan ekosistem pembayaran digital tersebut diharapkan mampu mendorong UMKM lokal menjadi lebih produktif, adaptif dan berdaya saing sehingga dapat berkembang serta naik kelas di tengah persaingan ekonomi yang semakin kompetitif.*(Tim/Red)


Tinggalkan Balasan