Topikberita.id., Halmahera Timur – Kerusakan jalan tani di ruas Desa Lolobata–Bokimaake, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), menuai kecaman dari masyarakat.

Jalan yang dikerjakan oleh PT. Shepoet tersebut dilaporkan mengalami keretakan memanjang dengan celah cukup lebar di sejumlah titik. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai kualitas pekerjaan, pengawasan proyek, serta tanggung jawab perusahaan pelaksana.

Berdasarkan dokumentasi foto yang diterima redaksi, permukaan jalan tampak mengalami retakan memanjang, disertai kerusakan pada sejumlah bagian dan pecahan material. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap ketahanan jalan tani yang semestinya menjadi infrastruktur penunjang aktivitas pertanian dan perekonomian warga.

Kerusakan yang terlihat di lapangan dinilai perlu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Sebab, pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya dinyatakan selesai secara administratif, tetapi harus memenuhi standar mutu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Warga Minta PT. Shepoet Dievaluasi

Salah seorang warga menyampaikan keberatan atas kondisi jalan tersebut dan mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur mengevaluasi PT. Shepoet sebagai perusahaan pelaksana pekerjaan.

“Kalau ada proyek di Wasile, perusahaan seperti ini jangan dipakai lagi apabila kualitas pekerjaannya seperti ini. Ini pembohongan besar-besaran terhadap pemerintah dan masyarakat. Model pekerjaan seperti ini tidak bagus dan tidak layak dipakai, karena justru makin merusak,” tegas warga tersebut. Pada Senin,(19/10/2026)

Pernyataan itu mencerminkan kekecewaan masyarakat yang mengharapkan hasil pembangunan berkualitas dan mampu bertahan dalam jangka panjang. Menurut warga, jalan tani seharusnya mempermudah akses petani menuju lahan, memperlancar pengangkutan hasil pertanian, serta mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, bukan justru menimbulkan persoalan baru.

Warga menilai, apabila kerusakan tersebut berkaitan dengan mutu pelaksanaan pekerjaan, persoalan ini tidak boleh dianggap sepele. Pemerintah perlu memastikan penyebab keretakan melalui pemeriksaan teknis, bukan sekadar mengandalkan laporan penyelesaian proyek.

Bupati Ubaid Yakub Didesak Turun Tangan

Warga secara tegas meminta Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, memanggil pihak PT. Shepoet untuk meminta penjelasan mengenai kondisi jalan tani tersebut. Langkah itu dinilai penting agar persoalan kerusakan infrastruktur tidak berlarut-larut tanpa kepastian penanganan.

“Kalau bisa, Bupati Halmahera Timur panggil PT tersebut dan minta pertanggungjawaban. Jangan sampai pemerintah dan masyarakat dirugikan oleh pekerjaan yang kualitasnya seperti ini,” ujar warga.

Desakan tersebut juga diarahkan kepada organisasi perangkat daerah teknis yang menangani proyek agar segera melakukan pemeriksaan langsung di lokasi. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah keretakan terjadi akibat persoalan teknis, kualitas material, metode pengerjaan, kondisi tanah, atau faktor lain yang perlu dibuktikan melalui kajian lapangan.

Jika ditemukan ketidaksesuaian antara hasil pekerjaan dan spesifikasi teknis dalam kontrak, pemerintah harus meminta pihak yang bertanggung jawab melakukan perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Jangan Sampai Anggaran Pembangunan Tidak Memberikan Manfaat

Kerusakan jalan tani tersebut juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap setiap proyek infrastruktur, terlebih jika pekerjaan dibiayai menggunakan anggaran pemerintah. Setiap penggunaan anggaran publik harus menghasilkan pembangunan yang sesuai spesifikasi, dapat dipertanggungjawabkan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, instansi teknis terkait perlu memeriksa dokumen kontrak, spesifikasi pekerjaan, mutu material, hasil pelaksanaan, serta status serah terima dan masa pemeliharaan proyek. Hasil pemeriksaan tersebut harus menjadi dasar untuk menentukan langkah perbaikan maupun tindakan lanjutan apabila ditemukan pelanggaran.

Pemerintah daerah juga diharapkan tidak hanya melakukan evaluasi terhadap pekerjaan yang sedang disorot, tetapi menjadikan temuan di lapangan sebagai bahan pertimbangan dalam menilai kinerja perusahaan pelaksana proyek infrastruktur berikutnya.

Meski demikian, penyebab pasti keretakan dan ada atau tidaknya pelanggaran spesifikasi belum dapat dipastikan hanya berdasarkan dokumentasi foto. Oleh sebab itu, pemeriksaan teknis yang objektif sangat diperlukan agar penilaian terhadap kualitas pekerjaan dan tanggung jawab pihak terkait didasarkan pada bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Publik Menunggu Klarifikasi PT. Shepoet dan Sikap Pemerintah

Hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh keterangan resmi dari pihak PT. Shepoet maupun Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur terkait penyebab keretakan, hasil pemeriksaan teknis, dan langkah penanganan yang akan dilakukan.

Redaksi membuka ruang bagi PT. Shepoet, Bupati Halmahera Timur, serta instansi teknis terkait untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan mengenai pekerjaan jalan tani tersebut demi memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.

Kini, publik menunggu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur. Apakah Bupati Ubaid Yakub akan memanggil pihak PT. Shepoet, memerintahkan pemeriksaan menyeluruh, dan memastikan kerusakan jalan tani Lolobata–Bokimaake ditangani sesuai ketentuan?

Masyarakat berharap persoalan ini tidak berhenti pada keluhan dan pernyataan semata. Pemeriksaan yang transparan, penjelasan yang terbuka, serta tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas pembangunan dan memastikan kepentingan masyarakat tidak terabaikan.*(Tim/red)