Topikberita.id., Ternate – Sebanyak 11 kabupaten/kota mengikuti Olimpiade Matematika Gasing tingkat nasional 2026 yang digelar di Kota Ternate, Maluku Utara.

Kegiatan tersebut menjadi ajang kompetisi antarsiswa sekaligus momentum untuk memperluas penerapan metode pembelajaran Matematika Gasing dan menjaring talenta muda di bidang sains dan teknologi.

Kepala Dinas Pendidikan Halmahera Tengah, Muksin Ibrahim, mengatakan peserta olimpiade berasal dari 11 daerah. Dua di antaranya merupakan daerah dari Maluku Utara, yakni Halmahera Tengah dan Halmahera Barat.

“Sembilan daerah lainnya berasal dari luar Maluku Utara,” kata Muksin,  Usai Pembukaan Olimpiade Matematika Gasing tingkat nasional 2026. Di Ballroom Hotel Bela Ternate. Senin, (5/10/2026).

Menurut Muksin, para peserta akan mengikuti lima pos penilaian yang menjadi indikator dalam perlombaan. Peserta asal Halmahera Tengah merupakan siswa yang sebelumnya telah melalui proses seleksi dari sejumlah wilayah di daerah tersebut.

Ia mengatakan, pelaksanaan olimpiade juga diharapkan menjadi sarana untuk memperkenalkan sekaligus memperluas penerapan metode Gasing di Maluku Utara.

“Kita ingin memperkenalkan kepada anak-anak didik bahwa matematika itu gampang, asyik, dan menyenangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji, mengatakan penerapan metode Gasing tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami matematika.

Menurutnya, metode tersebut juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menemukan lebih banyak talenta muda yang memiliki kemampuan di bidang sains dan teknologi.

Ikram mencontohkan Uriel, siswa asal Wairoro, Kecamatan Weda Selatan, yang disebut menjadi salah satu dari 10 siswa yang mendapat kesempatan berkaitan dengan sistem keamanan NASA.

“Rencana jangka panjang kita adalah mendapatkan talenta-talenta baru. Mudah-mudahan dengan metode Gasing ini akan didapatkan lagi anak-anak yang memiliki kemampuan seperti Uriel,” ungkapnya.

Ikram menilai kemampuan seorang anak untuk berkembang tidak dibatasi oleh wilayah geografis. Karena itu, ia berharap metode pembelajaran Gasing dapat terus dikembangkan dan diterapkan di daerah lain.

“Orang yang pintar dan mampu tidak ada batas wilayah. Karena itu, kami berharap metode ini bisa disebarkan dan diimbaskan ke daerah-daerah lainnya,” pungkasnya.

Olimpiade Matematika Gasing tingkat nasional 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarsiswa, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui metode pembelajaran matematika yang lebih mudah, asyik, dan menyenangkan.*(Iksan/red)