Topikberita.id., Halsel – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, semakin meluas dan mulai mengancam sumber penghidupan masyarakat.

Sejumlah perkebunan warga yang ditanami kelapa, pala, cengkeh serta tanaman produktif lainnya dilaporkan hangus terbakar. Kondisi tersebut memicu kritik terhadap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan yang dinilai belum menunjukkan langkah penanganan sebanding dengan dampak kebakaran.

Penasehat Karang Taruna dan IPMAT Desa Tokaka, Buhdi N. Abubakar, menilai Pemda Halsel bersama anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) Gane terkesan abai terhadap kondisi masyarakat yang terdampak.

“Pemerintah daerah dan DPRD Dapil Gane terkesan menutup mata dan tidak mampu menyelesaikan persoalan kebakaran di wilayah Gane,” kata Buhdi, Minggu (4/10/2026).

Menurut Buhdi, kebakaran saat ini tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai persoalan lingkungan. Api telah menyasar lahan produktif yang selama bertahun-tahun menjadi sumber pendapatan masyarakat.

Ia meminta pemerintah daerah segera mengerahkan BPBD bersama instansi teknis terkait untuk menangani titik-titik api dan mencegah kebakaran semakin meluas.

Namun, Buhdi mengaku hingga kini belum melihat penanganan yang sebanding dengan luasnya wilayah dan dampak kebakaran yang dirasakan masyarakat.

Sorotan juga diarahkan kepada anggota DPRD Halsel dari Dapil Gane. Buhdi menilai para legislator tersebut semestinya turun langsung ke lapangan dan menjalankan fungsi pengawasan terhadap penanganan karhutla.

“Kebakaran hutan dan kebun warga di Gane Barat Utara adalah bencana ekonomi sekaligus menyangkut ruang hidup rakyat. Ratusan pohon kelapa, pala dan cengkeh yang dirawat bertahun-tahun lenyap menjadi abu,” ujarnya.

Ia menilai kerusakan perkebunan akan menimbulkan kerugian jangka panjang. Tanaman seperti kelapa, pala dan cengkeh membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk kembali menghasilkan jika harus ditanam ulang.

Buhdi juga mempertanyakan keberadaan wakil rakyat dari Dapil Gane di tengah kondisi yang dihadapi masyarakat.

“Mengapa sampai saat ini mereka bungkam dan tidak mendesak pemerintah daerah secara serius untuk menyelamatkan kebun-kebun rakyat? Gane jangan hanya diingat saat membutuhkan suara di pemilu,” katanya.

Atas kondisi tersebut, Buhdi menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah daerah dan DPRD Halsel.

1. Pemda Halsel diminta segera mengerahkan tim penanggulangan karhutla dalam skala besar, termasuk menyiapkan peralatan pemadam untuk menghentikan penyebaran api.

2. Pemerintah diminta melakukan pendataan terhadap seluruh kerugian masyarakat, termasuk lahan dan tanaman produktif yang terbakar. Data tersebut dinilai penting sebagai dasar pemberian bantuan, termasuk penyediaan bibit tanaman produktif bagi petani terdampak.

3. DPRD Halsel dari Dapil Gane didesak turun ke lokasi dan menjalankan fungsi pengawasan. DPRD juga diminta mendorong rapat darurat untuk memastikan kebutuhan anggaran penanganan karhutla.

4. Pemerintah diminta untuk membuka informasi mengenai penggunaan anggaran tanggap darurat. Menurutnya, transparansi diperlukan untuk memastikan anggaran penanganan bencana benar-benar dirasakan masyarakat terdampak.

5. Mendesak Bupati Halmahera Selatan Ali Basam Kasuba mengevaluasi pimpinan BPBD apabila dalam waktu dekat tidak ada tindakan konkret dalam menangani kebakaran.

Ia menegaskan Karang Taruna dan IPMAT Desa Tokaka akan terus memantau perkembangan penanganan karhutla di Gane Barat Utara.

Jika pemerintah daerah dan DPRD Dapil Gane dinilai tidak segera mengambil langkah strategis, pihaknya menyatakan siap melakukan konsolidasi bersama pemuda dan mahasiswa.

“Kami siap melakukan konsolidasi massa dan aksi solidaritas untuk membela hak-hak ruang hidup petani Gane Barat Utara,” ujar Buhdi.*(Tim/red)