Unjuk Rasa di Morotai Berujung Saling Dorong, Satu Mahasiswa Terluka Dapat Perawatan Medis di Dokkes Polres Morotai
Topikberita.id., Daruba – Aksi unjuk rasa Solidaritas Aksi Mahasiswa Untuk Rakyat Indonesia (SAMURAI) Maluku Utara Distrik Universitas Pasifik (Unipas) Morotai di depan Kantor Bupati Pulau Morotai,berujung aksi saling dorong antara massa dan aparat kepolisian.Senin, (28/9/2026).
Dalam aksi tersebut, satu mahasiswa mengalami luka dan langsung mendapat penanganan medis di Dokkes Polres Pulau Morotai.
Aksi yang diikuti sekitar 25 orang massa tersebut mengangkat sejumlah persoalan publik di Kabupaten Pulau Morotai. Di antaranya krisis air, fasilitas pemadam kebakaran, pencarian nelayan hilang, pertanian, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pelayanan kesehatan, hingga persoalan agraria.
Massa aksi yang dikoordinatori Riswandi Manciman membawa sejumlah alat peraga berupa bendera organisasi, spanduk bertuliskan “MOROTAI DARURAT KEKERINGAN DAN KRISIS KEBIJAKAN”, serta megafon.
Sebelum menuju Kantor Bupati, massa melakukan konsolidasi di perempatan jalan menuju Kantor Bupati sekitar pukul 09.00 WIT. Sekitar pukul 09.20 WIT, massa kemudian bergerak menuju lokasi aksi dan tiba sekitar pukul 10.30 WIT.
Di depan Kantor Bupati, massa menyampaikan sejumlah tuntutan melalui orasi secara bergantian.
Mereka mendesak pemerintah menambah sumur bor di RSUD Ir. Soekarno, menambah armada pemadam kebakaran, serta mempercepat pencarian nelayan yang masih hilang.
Massa juga meminta pemerintah menata pedagang yang menggunakan emperan maupun badan jalan, menyelesaikan persoalan lahan masyarakat di sekitar Bandara Morotai, serta menghentikan sementara proses sertifikasi terhadap tanah yang masih bersengketa hingga terdapat kejelasan hukum.
Selain itu, tuntutan disampaikan terkait penyediaan sarana pertanian, seperti sumur bor dan bibit bagi petani yang terdampak kekeringan. Pemerintah juga didesak memperhatikan kerugian masyarakat akibat karhutla.
Pada sektor kesehatan, massa menyoroti pelayanan di RSUD Ir. Soekarno, termasuk kebutuhan dokter spesialis anak serta persoalan rujukan pasien.
Situasi mulai memanas sekitar pukul 11.40 WIT setelah massa melakukan pembakaran ban dan pemalangan jalan umum di depan Kantor Bupati Pulau Morotai.
Kondisi tersebut kemudian memicu aksi saling dorong antara massa aksi dan personel pengamanan.
Petugas selanjutnya melakukan langkah pengamanan dan pembubaran terhadap massa guna mengembalikan ketertiban di lokasi.
Dalam situasi tersebut, seorang mahasiswa mengalami luka pada telapak kaki setelah menginjak aspal panas bekas pembakaran ban. Mahasiswa tersebut juga mengalami luka gores pada lengan kiri setelah menyerempet pagar Kantor Bupati.
Personel pengamanan kemudian membawa mahasiswa tersebut ke Dokkes Polres Pulau Morotai untuk mendapatkan penanganan medis dan pemberian obat.
Kapolres Pulau Morotai bersama Kasat Intelkam dan Kanit Paminal turut mendatangi Dokkes untuk memastikan kondisi mahasiswa tersebut serta memastikan yang bersangkutan memperoleh perawatan.
Kapolres menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan ketentuan hukum, ketertiban umum dan keselamatan seluruh pihak.
“Kami menghormati hak masyarakat dan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Namun, penyampaian pendapat harus dilakukan secara tertib, aman dan sesuai ketentuan yang berlaku. Keselamatan peserta aksi maupun masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” pesan Kapolres.
Kapolres juga mengingatkan peserta aksi agar tetap menjaga keamanan dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Polres Pulau Morotai menyatakan pengamanan aksi dilakukan dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan terukur. Penanganan terhadap mahasiswa yang terluka juga menjadi perhatian petugas sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan peserta aksi.
Sekitar pukul 12.15 WIT, massa mulai membubarkan diri dan meninggalkan lokasi. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 12.40 WIT.
Hingga kegiatan berakhir, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Pulau Morotai dilaporkan dalam keadaan kondusif.
Polres Pulau Morotai menegaskan akan terus mengawal setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dengan mengedepankan prinsip humanis, profesional dan proporsional, sekaligus menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.*(Tim/red)


Tinggalkan Balasan