Lapas Sanana Gelar Penggeledahan Gabungan dan Tes Urine, 15 Orang Dinyatakan Negatif
Topikberita.id., Sanana – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, menggelar penggeledahan gabungan bersama unsur TNI-Polri serta tes urine bagi warga binaan dan pegawai, Sabtu, (19/9/2026)
Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Lapas Kelas IIB Sanana, David Lekatompessy, dan melibatkan jajaran Lapas bersama anggota Kodim 1510/Sanana serta Polres Kepulauan Sula. Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.
Petugas menyisir kamar hunian warga binaan dan area di sekitarnya. Sebelum kembali ke kamar, warga binaan terlebih dahulu menjalani penggeledahan badan untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang dibawa masuk.
Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di kamar hunian. Di antaranya sendok stainless, botol minyak wangi berbahan kaca, korek api, kaleng rokok, tumbler stainless, gelas kaca, serta sejumlah benda lainnya.
Selain penggeledahan, Lapas Sanana melakukan tes urine terhadap 10 warga binaan kasus narkoba dan lima pegawai. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta dinyatakan negatif.
KBO Satres Narkoba Polres Kepulauan Sula, Aiptu Kadir Duwila, mengatakan keterlibatan kepolisian merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Lapas.
“Kami mendukung langkah Lapas Sanana dalam melakukan deteksi dini melalui penggeledahan dan tes urine. Hasil tes urine yang negatif menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan lingkungan Lapas tetap bersih dari penyalahgunaan narkoba,” ujar Kadir.
Menurut dia, sinergi antara Lapas dan aparat penegak hukum perlu terus diperkuat melalui koordinasi serta kegiatan pencegahan secara berkala.
Kepala Lapas Sanana David Lekatompessy menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi peredaran narkoba maupun keberadaan barang terlarang di lingkungan Lapas.
“Kami tegaskan, Lapas Sanana tidak memberikan ruang bagi peredaran narkoba dan barang-barang terlarang. Penggeledahan badan, penyisiran kamar hunian, hingga tes urine akan terus kami lakukan sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan, ketertiban, serta integritas lingkungan Lapas,” kata David.
Dia mengatakan setiap pelanggaran yang ditemukan akan ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku. Sinergi bersama TNI-Polri, kata David, menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan dan deteksi dini.
Kegiatan penggeledahan dan tes urine tersebut berlangsung aman dan tertib. Lapas Sanana menyatakan akan melanjutkan pengawasan serta koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman dan bebas dari narkoba.*(Tim/red)


Tinggalkan Balasan