Tidore — Ajang balap motor Wali Kota Tidore Cup Race 1 Tahun 2026 resmi ditunda pelaksanaannya. Semula dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 3 Mei kini diundur menjadi tanggal 8 sampai 10 Mei 2026.

Penundaan dilakukan untuk memberikan waktu persiapan yang lebih memadai bagi seluruh tim dan pembalap peserta. Keputusan tersebut diambil setelah adanya masukan dari sejumlah tim balap di wilayah Maluku Utara.

Ketua IMI Kota Tidore melalui Sekretarisnya Andry Tajudin menyampaikan bahwa waktu persiapan sebelumnya dinilai terlalu singkat. Hal ini terutama berkaitan dengan kesiapan teknis kendaraan serta penyesuaian karakter lintasan yang akan digunakan nantinya.

“Kemarin ada beberapa tim meminta penundaan karena waktu persiapan hanya sekitar empat belas hari saja,” ujarnya, Rabu 22 April 2026. Ia menambahkan waktu tersebut belum cukup bagi tim untuk melakukan riset motor sesuai karakter Sirkuit Selawaring.

Selain faktor teknis, jadwal pembalap juga menjadi pertimbangan utama dalam keputusan penundaan tersebut. Banyak pembalap diketahui memiliki agenda yang bersamaan dengan kejuaraan di luar daerah seperti Sulawesi dan Jawa.

“Ada juga jadwal pembalap yang bertabrakan dengan event di luar daerah sehingga kami sepakat untuk mengundur jadwal,” katanya. Ia menjelaskan keputusan diambil setelah berkoordinasi dengan Pengprov IMI Maluku Utara demi kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut.

Meski jadwal diundur, persiapan di lokasi Sirkuit Selawaring tetap berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan panitia. Hingga saat ini progres pembersihan lintasan telah mencapai sekitar lima puluh persen dari keseluruhan pekerjaan yang direncanakan.

“Alhamdulillah pembersihan sirkuit sudah mencapai lima puluh persen dan tinggal penyelesaian beberapa bagian saja,” ujarnya. Ia menambahkan fasilitas seperti panggung VIP dan tenda pendukung juga sudah siap untuk segera dipasang.

Event ini dipastikan akan diikuti tidak hanya oleh pembalap lokal tetapi juga dari berbagai daerah luar provinsi. Beberapa daerah yang telah memastikan kehadiran antara lain Papua Barat Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan.

Selain sebagai ajang olahraga, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan atlet balap motor di daerah. Event ini sekaligus menjadi seleksi bagi atlet yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi di Halmahera Utara mendatang.

Panitia juga menargetkan kegiatan ini mampu menarik ribuan penonton selama tiga hari pelaksanaan berlangsung di Sirkuit Selawaring. Diperkirakan jumlah penonton dapat mencapai enam ribu hingga tujuh ribu orang selama event berlangsung.

“Kami ingin mempromosikan pariwisata Kota Tidore sekaligus mendorong perputaran ekonomi melalui sektor UMKM masyarakat,” katanya. Ia menambahkan bahwa kawasan Selawaring merupakan pintu gerbang menuju destinasi wisata di wilayah utara Kota Tidore.

Sejumlah pihak telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini termasuk pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait lainnya. Dukungan diberikan dalam bentuk tenaga personel alat berat serta perlengkapan yang dibutuhkan untuk menyukseskan acara tersebut.

Namun demikian masih ada beberapa pihak yang belum berpartisipasi secara langsung dalam kegiatan tersebut hingga saat ini. Panitia berharap ke depan seluruh pihak dapat terlibat karena kegiatan ini berkaitan erat dengan promosi pariwisata daerah.


Sumber: RRI Ternate