TopikBerita.id , Ternate – Harga kantong plastik dan alat pembungkus makanan serta minuman di sejumlah toko plastik di Kota Ternate, mengalami pergerakan signifikan hingga mencapai tujuh puluh persen dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini membuat para pedagang kecil dan pelaku UMKM memutar otak guna menekan biaya operasional yang kian membengkak.

Kenaikan harga plastik ini dipicu oleh terhambatnya pasokan biji plastik dunia akibat penutupan Selat Hormuz di Iran akibat konflik geopolitik. Berbagai jenis plastik mengalami kenaikan cukup signifikan, termasuk plastik ukuran 15 kategori orisinil yang semula dijual Rp7.000 kini melonjak hingga Rp13.000 per bungkus.

Imron seorang pemilik toko plastik putri aulia menyampaikan, kenaikan sudah terjadi sejak dua minggu sebelum Lebaran dan merata pada semua jenis plastik. Selain kelangkaan bahan baku biji plastik turunan minyak mentah, kenaikan biaya ekspedisi dari Pulau Jawa sebesar tiga puluh persen turut menjadi pemicu melabungnya harga di tingkat daerah.

“Untuk semua jenis plastik naik. Plastik seperti kertas juga ikut naik sekitar 30 persen. Tapi yang paling tinggi itu plastik”. Kata Imron pada Selasa (7/4/2026)

Dampak kenaikan harga plastik juga dirasakan oleh UMKM. Salah satu pedagang kecil, Cindar Muntaha, mengaku biasanya membeli plastik kemasan untuk dagangannya per paket Rp9.000, namun kini melonjak menjadi Rp13.000.

“plastik yang bisanya saya beli untuk keperluan penjualan sudah naik dan lebih mahal”. Ucapnya.

Sementara keluhan juga disampaikan Dewi, salah satu pedagang dan reseller plastik asal Pulau Obi Halmahera Selatan, yang biasanya berbelanja plastik di Ternate dengan jumlah partai.

“Kenaikan harga plastik saat ini,.sangat terasa dan berpengaruh. Makanya kami berjualan dan menerapkan belanja dibawa sepuluh ribu sudah tidak dikasih plastik” katanya.

Lebih lanjut, Dewi menjelaskan saat berbelanja pihak dengan kemasan sekarung biasanya berkisar Rp1.050.000, namun kini dengan kemasan yang sama uang yang harus mampu mencapai Rp1.500.000.

Warga dan pelaku UMKM berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga agar tidak berdampak pada kenaikan harga jual produk makanan dan minuman di masyarakat.*(Sukri/red