Ternate – Respons cepat jajaran Intelmob Brimob Polda Maluku Utara dalam mengungkap kasus pencurian uang milik pedagang di Kelurahan Gamalama, Kota Ternate, mendapat apresiasi dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kie Besi Maluku Utara.

Kasus tersebut menimpa Saiful S. Hasan, pedagang asal Pulau Moti yang tengah berada di Ternate untuk membeli barang dagangan. Uang miliknya yang nyaris mencapai Rp90 juta sempat menjadi sasaran pencurian.

Kasi Intelmob Polda Malut, AKP M. Ihsan Kadir, menjelaskan bahwa tim langsung bergerak cepat usai menerima laporan masyarakat. Penelusuran dilakukan melalui rekaman CCTV dan penyelidikan lapangan hingga berhasil mengidentifikasi serta mengamankan salah satu terduga pelaku.

“Dari hasil pengembangan, kami menemukan barang bukti uang tunai yang disembunyikan di bawah jembatan Pasar Barito. Total yang diamankan sebesar Rp89.820.900, dan saat ini pelaku bersama barang bukti telah diserahkan ke Polres Ternate untuk proses hukum,” ujarnya, Sabtu 28 Maret 2026.

Direktur LBH Kie Besi Maluku Utara, Iksan Maujud, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja aparat. Ia menilai langkah cepat Intelmob bukan hanya penegakan hukum, tetapi juga bentuk perlindungan nyata terhadap masyarakat kecil.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kinerja Intelmob Brimob Polda Malut. Ini bukan sekadar pengungkapan kasus, tetapi penyelamatan harapan hidup masyarakat, khususnya pedagang kecil,” kata Iksan dikonfirmasi terpisah.

Menurutnya, uang yang berhasil diselamatkan merupakan hasil jerih payah pedagang yang dikumpulkan secara bertahap dari aktivitas jual beli di pasar.

“Bagi pedagang kecil, uang tersebut adalah modal usaha sekaligus penopang kehidupan keluarga. Kehilangannya tentu berdampak besar, bukan hanya secara ekonomi tetapi juga secara sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan aparat dalam mengamankan kembali uang tersebut menunjukkan kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Selain itu, LBH juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di pusat keramaian dan membawa uang dalam jumlah besar.

“Peristiwa ini harus menjadi pelajaran bersama. Kewaspadaan penting, dan peran aktif masyarakat dalam melaporkan hal mencurigakan sangat dibutuhkan,” ucap Iksan.

Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah serta menekan angka kejahatan, khususnya di kawasan perdagangan.


Sumber: RRI Ternate