Topikberita.id – Perum Bulog akan membangun infrastruktur pascapanen di sembilan kabupaten di Provinsi Maluku dan Maluku Utara pada 2026 sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah kepulauan dan daerah terluar.

Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto mengatakan pembangunan tersebut merupakan bagian dari program nasional pembangunan 100 unit infrastruktur pascapanen yang diarahkan Presiden di daerah produsen padi dan jagung.

Fasilitas yang akan dibangun meliputi pengering jagung dan padi, penggilingan padi, serta gudang penyimpanan beras guna mendukung ketersediaan pangan dan stabilitas harga di daerah.

Sudarsono menjelaskan sebagian besar wilayah Maluku dan Maluku Utara merupakan daerah nonprodusen pangan sehingga distribusi menjadi tantangan utama. Kondisi geografis wilayah kepulauan juga menyebabkan biaya distribusi relatif tinggi.

Ia mencontohkan beberapa daerah seperti Maluku Barat Daya masih harus mengambil pasokan beras dari Ambon bahkan dari luar provinsi sehingga ketersediaan pangan tidak selalu stabil sepanjang tahun.

Untuk mendukung kelancaran program tersebut, Bulog mendorong pemerintah kabupaten dan kota segera menyelesaikan proses administrasi hibah lahan agar pembangunan dapat diprioritaskan.

Selain pembangunan gudang penyimpanan, Bulog juga tengah mengkaji pembangunan fasilitas pengering dan penggilingan padi di daerah yang memiliki potensi produksi seperti Halmahera Timur.

Program ini juga sejalan dengan arahan pemerintah untuk mempercepat hilirisasi komoditas pangan, termasuk rencana pengolahan jagung menjadi pakan ternak serta pengembangan industri tepung beras dan tepung jagung yang ditargetkan berjalan pada 2026 hingga 2027.