360 Atlet Ikuti Bintang Timur Taekwondo Championship 2026, Jadi Wadah Pembinaan Atlet Maluku Utara
Topikberita.id., Ternate – Sebanyak 360 atlet dari 27 kontingen mengikuti Bintang Timur Grade C Taekwondo Championship 2026 di Aula Banau FKIP Universitas Khairun Ternate, Sabtu (26/9/2026).
Kejuaraan tersebut menjadi salah satu wadah pembinaan sekaligus pencarian atlet potensial daerah untuk dipersiapkan menghadapi berbagai kompetisi, termasuk kejuaraan tingkat nasional.
Ketua Panitia Pelaksana Bintang Timur Grade C Taekwondo Championship 2026, Achmad Yani Hardi, mengatakan peserta tidak hanya berasal dari Maluku Utara. Dari 27 kontingen yang ambil bagian, dua di antaranya berasal dari Sulawesi Utara, yakni Manado dan Bitung.
Menurut Achmad, kejuaraan ini diharapkan dapat terus berkembang dan menarik lebih banyak peserta dari kabupaten dan kota di Maluku Utara maupun dari provinsi lain.
Ia menargetkan jumlah peserta dan daerah yang mengikuti kejuaraan dapat meningkat pada penyelenggaraan tahun 2027.
“Harapan kita supaya di tahun 2027 dan selanjutnya peserta yang ada di kabupaten/kota yang antusias harus menyeberang lautan. Begitu banyak mereka mengikuti kejuaraan Bintang Timur, tapi yang ada di dalam kota cuma sebagian kecil,” ujarnya.
Achmad menilai keterlibatan atlet dari berbagai daerah penting untuk memperluas pengalaman bertanding atlet Maluku Utara. Dengan menghadapi lawan dari daerah lain, atlet diharapkan semakin siap mengikuti kompetisi di luar provinsi.
“Supaya ke depannya kita untuk menuju ke ajang Kejurnas di luar Provinsi Maluku Utara lebih baik lagi untuk mencapai medali yang kita harapkan, khususnya medali emas,” katanya.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku Utara, Sarbini Sehe, mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Menurut Sarbini, kompetisi merupakan bagian penting dalam proses pembinaan atlet. Latihan yang dilakukan secara berkesinambungan perlu diikuti dengan kesempatan bertanding untuk mengukur kemampuan sekaligus membangun pengalaman.
“Pelatihan saja tidak cukup kalau tidak ada ruang kejuaraan. Pelatihan berkesinambungan dan kejuaraan adalah motivasi dan alur prestasi, prestasi terbaik di masa depan,” ujar Sarbini.
Sarbini juga mendorong Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Maluku Utara bersama Dinas Pemuda dan Olahraga serta KONI untuk memperkuat pembinaan atlet sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON).
Ia berharap taekwondo dapat memberikan kontribusi terhadap prestasi olahraga Maluku Utara di tingkat nasional.
“Untuk menghadapi PON, berharap Taekwondo bisa mewarnai papan atas,” katanya.
Selain pembinaan atlet, Sarbini menekankan pentingnya penyelenggaraan kejuaraan dengan standar dan tata kelola yang baik. Menurutnya, hal tersebut diperlukan agar kompetisi dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan ruang yang optimal bagi atlet untuk berkembang.
Ketua Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Maluku Utara, Asadul Usud Boyratan, mengatakan Bintang Timur Grade C Taekwondo Championship memiliki peluang untuk berkembang menjadi kejuaraan yang lebih besar pada tahun-tahun mendatang.
“Harapan besar dari Bintang Timur Indonesia ke-1 ini, mudah-mudahan lima provinsi bisa hadir di Maluku Utara. Insya Allah tahun depan bisa lima provinsi atau sampai 10 provinsi yang akan hadir di Maluku Utara,” ujarnya.
Menurut Asadul, peningkatan jumlah peserta dan cakupan daerah asal atlet harus dibarengi dengan peningkatan sarana dan prasarana. Hal tersebut diperlukan untuk mendukung proses pembinaan sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pertandingan.
Sementara itu, Achmad mengatakan atlet yang menunjukkan prestasi dalam kejuaraan tersebut akan didata oleh pihak terkait, termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga serta Pengprov Taekwondo Indonesia Maluku Utara.
Pendataan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pemetaan atlet potensial yang dapat dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi di luar Maluku Utara.
“Adik-adik yang sudah didata bisa diajukan untuk berprestasi lagi ke luar dari Provinsi Maluku Utara, supaya Maluku Utara itu lebih maju ke depan,” pungkas Achmad.
Dengan melibatkan 360 atlet dari 27 kontingen, Bintang Timur Grade C Taekwondo Championship 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Kejuaraan ini sekaligus membuka ruang bagi atlet Maluku Utara untuk menambah pengalaman bertanding dan mempersiapkan diri menuju kompetisi yang lebih tinggi di tingkat nasional.*(Iksan/red)


Tinggalkan Balasan