Sofifi – Penyegaran organisasi dilakukan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara pada Selasa, 21 April 2026. Langkah ini ditandai dengan rotasi dan penugasan baru bagi sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag kabupaten/kota.

Kebijakan tersebut tertuang dalam lampiran Surat Keputusan Menteri Agama Nomor B-069-085/Kw.27.1/Kp.07.1/04/2026 tertanggal 17 April 2026. Keputusan ini menjadi dasar pelaksanaan mutasi dan pelantikan pejabat di wilayah tersebut.

Kakanwil Kemenag Maluku Utara, H. Amar Manaf, menyampaikan bahwa terdapat enam ASN yang mengalami perubahan posisi struktural dan satu orang dilantik dalam jabatan fungsional. Ia menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola kelembagaan serta meningkatkan efektivitas pelayanan publik.

“Setiap figur yang dilantik hari ini telah melewati tahapan seleksi berbasis kompetensi, integritas, dan rekam jejak. Ini merupakan hasil dari proses objektif yang harus disyukuri sekaligus dijaga dengan kinerja nyata,” ujar Amar.

Ia menambahkan, para pejabat yang dilantik tidak hanya menjalankan tugas administratif semata. Mereka juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan di satuan kerja masing-masing.

Kepemimpinan yang diemban dituntut menghadirkan inovasi serta membangun budaya kerja yang sehat. Selain itu, kualitas pekerjaan harus mampu memberikan dampak langsung bagi lingkungan sekitar.

Dalam rotasi tersebut, Fahrudin Ismail yang sebelumnya menjabat Kepala MAN 1 Tidore Kepulauan kini dipercaya sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha pada Kantor Kementerian Agama Kota Tidore Kepulauan. Perubahan ini diharapkan mampu memperkuat manajemen administrasi di tingkat kota.

Hasrul Masuara yang sebelumnya menjabat Kepala KUA Kecamatan Tidore kini diangkat menjadi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam pada kantor yang sama. Penugasan ini dinilai strategis dalam meningkatkan layanan keagamaan kepada masyarakat.

Sementara itu, Djusman Suwardi yang sebelumnya merupakan guru pada MAN 1 Tidore kini mengisi posisi sebagai Kepala MAN 1 Tidore Kepulauan. Pergantian ini menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan di lingkungan madrasah.

Lukman Tamhir yang sebelumnya mengajar di MAN 1 Ternate dipercaya menjadi Kepala MAN 2 Tidore Kepulauan. Amanah tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan madrasah.

Fatma Salasa yang sebelumnya bertugas di MTs wilayah Kota Ternate dipromosikan menjadi Kepala MAN 1 Ternate. Promosi ini menjadi bentuk apresiasi atas kinerja dan dedikasinya di bidang pendidikan.

Rahmat Muhaajir yang sebelumnya menjabat Kepala KUA Kecamatan Morotai Jaya kini dipindahkan menjadi Kepala KUA Kecamatan Tidore. Penempatan ini diharapkan memperkuat pelayanan keagamaan di wilayah tersebut.

Selain itu, Rahmat M. Nur dilantik sebagai Penyuluh Hukum pada Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Maluku Utara. Jabatan ini memiliki peran penting dalam memberikan edukasi hukum kepada masyarakat.

Pelantikan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni pergantian jabatan semata. Momentum tersebut juga diharapkan menjadi titik awal lahirnya kepemimpinan yang berdampak.

Kepemimpinan yang dijalankan diharapkan tidak hanya berorientasi pada kepentingan institusi. Namun, juga mampu mendorong kemajuan umat dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Nilai tersebut menjadi fondasi moral bagi para pejabat dalam menjalankan tugasnya. Setiap kebijakan yang diambil diharapkan membawa kemaslahatan yang lebih besar bagi publik.


Sumber: RRI Ternate