M. Rahmi Husen Pamit Sebagai Ketua DPD Demokrat Malut, Minta Kader Tetap Rapatkan Barisan

Topikberita.id., Ternate – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Maluku Utara periode 2022–2027, M. Rahmi Husen, menyampaikan pesan perpisahan sekaligus mengajak seluruh kader tetap menjaga soliditas dan merapatkan barisan menjelang berakhirnya masa kepengurusan.
Pesan tersebut disampaikan Rahmi dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Ke-V Partai Demokrat Provinsi Maluku Utara yang berlangsung di Hotel Bela, Kota Ternate, Monday (2/11/2026).
Rahmi mengaku, momentum Musda kali ini menjadi momen emosional sekaligus kehormatan baginya setelah dipercaya memimpin Partai Demokrat Maluku Utara selama kurang lebih empat tahun.
Ia menyebut, selama masa kepemimpinannya terdapat berbagai capaian organisasi, baik dalam penguatan internal maupun pelaksanaan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Meski demikian, ia juga mengakui masih terdapat kekurangan dan sejumlah target yang belum terselesaikan secara maksimal.
“Selama kurang lebih empat tahun memimpin DPD Partai Demokrat Maluku Utara, banyak hal yang telah kami lakukan, baik penguatan internal organisasi maupun pelaksanaan program eksternal yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujarnya.
Rahmi menjelaskan, salah satu capaian selama periode kepengurusannya adalah penyelesaian 100 persen konsolidasi internal partai. Selain itu, pihaknya juga merampungkan Musyawarah Cabang (Muscab) di 10 kabupaten/kota serta pembentukan 117 Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC).
Di bidang sosial kemasyarakatan, Demokrat Maluku Utara juga menjalankan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Program tersebut antara lain perlombaan olahraga, domino, fun ride, fun run, kerja bakti pembersihan lingkungan hingga kegiatan bersama komunitas pemerhati lingkungan.
Sementara di bidang politik, Rahmi turut menyinggung keberhasilan Partai Demokrat bersama tujuh partai politik lainnya dalam memenangkan kontestasi Pemilihan Gubernur Maluku Utara.
Atas capaian tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan kader di berbagai tingkatan yang telah memberikan kontribusi melalui kerja keras dan dedikasi selama masa kepengurusannya.
“Tanpa loyalitas dan kerja keras kolektif seluruh kader, capaian ini tidak akan mungkin terwujud,” katanya.
Di sisi lain, Rahmi secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kader dan keluarga besar Partai Demokrat atas berbagai kekurangan selama dirinya memimpin. Ia juga menegaskan bertanggung jawab atas target-target organisasi yang belum tercapai.
“Jika ada keberhasilan selama masa kepengurusan, itu adalah milik kita semua. Namun, jika ada kegagalan dan kekurangan, itu menjadi kelemahan saya sebagai ketua,” tegasnya.
Menurut Rahmi, berakhirnya masa kepengurusan bukan berarti berakhir pula pengabdian dan komitmen kader terhadap partai. Status demisioner merupakan bagian dari dinamika organisasi, sedangkan loyalitas terhadap ideologi dan perjuangan Partai Demokrat harus tetap dijaga.
Karena itu, ia meminta seluruh kader menerima proses pergantian kepemimpinan dengan semangat kebersamaan, tanpa menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk memecah soliditas internal partai.
Rahmi optimistis kepengurusan berikutnya mampu membawa Demokrat Maluku Utara bergerak lebih cepat, memperbaiki hal-hal yang belum sempat diselesaikan serta memenangkan target-target politik ke depan.
“Tugas kita setelah permusyawaratan ini selesai adalah merapatkan barisan. Sekali lagi, merapatkan barisan dan memberikan dukungan penuh tanpa syarat kepada kepemimpinan yang baru,” pungkasnya.
Ia berharap, Musdalub Ke-V tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum memperkuat konsolidasi dan menyatukan kembali seluruh kekuatan Partai Demokrat di Maluku Utara.*(Tim/red)




